Kamis, 15 Maret 2018

Asal, Tokoh dan Peran Musik Reggae



Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. 

Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad.Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana.

Bob Marley, Nabi Para Rasta

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter Mc.Intosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston.Pada bulan April 1966 Bob  bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. 

Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae.

Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu.Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. 

Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.

Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.

Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.

<>

>

Selasa, 06 Maret 2018

Bob Marley; Gimbal, Ganja, dan Rastafari




photo by : (https://www.youtube.com/watch?v=aK9eg6otW_0)
Banyak orang yang mengagumi pelantun lagu No Woman No Cry ini. Lagu-lagunya begitu menginspirasi. Sampai-sampai gaya rambut, gaya hidup dan segala yang identik dengannya diikuti.
Sebagaimana kita tahu, Bob Marley identik dengan Rambut gimbalnya, ganja dan warna merah kuning hijau. Apa alasannya?
Warna merah kuning hijau adalah warna bendera Rastafari Movement atau sering disingkat dengan Rasta. Rastafari adalah sebuah agama yang lahir di Jamaica, namun ada juga yang lebih suka menyebutnya the way of life atau cara hidup ketimbang agama.
Agama tersebut berdasarkan pada Alkitab namun telah dipengaruhi oleh agama dan kepercayaan-kepercayan religius lainnya di Jamaica.
Setiap warna dari bendera Rastafari tersebut memiliki makna tersendiri. Merah melambangkan darah yang tumpah ke bumi, kuning melambangkan emas yang hilang atau kemakmuran juga matahari yang memberikan kehidupan pada semua, dan hijau melambangkan daratan hijau Afrika yang hilang.
Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlock atau gimbalnya karena fanatic. Meski tidak sedikit pula yang meniru gimbalnya Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme. Padahal gimbal Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajaran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya.
Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.
Menyoal tentang rambut gimbal Bob Marley, ternyata itu juga ada makna tersendiri bagi Rastafari di antaranya adalah bagian dari sumpah dalam Injil Nazarene dan Leviticus yang melarang mereka untuk mencukur rambut (tapi bukan berarti rastafarian ini selalu berambut gimbal, ada juga yang tidak).
Makna yang lain adalah gimbal melambangkan identitas mereka, agar mereka tidak lupa siapa mereka dan mengingatkan mereka pada Jah (Tuhan) karena dengan rambut gimbal mereka terlihat seperti  singa (Lion of Judah)
Ganja atau canabis atau mariyuana dibawa pertama sekali ke Jamaika pada akhir tahun 1800 oleh orang-orang India timur.
Sebelum Rastafari muncul ganja digunakan sebagai obat atau  dicampur dengan tembakau untuk rokok. Untuk Rastafarian, Ganja  digunakan untuk memperoleh kebijaksanaan dan menjadi bagian dari ritual keagamaan untuk mendekatkan diri mereka pada “Jah” (Tuhan).
Jadi dengan kata lain mereka melakukan ritual ibadah dengan mengkonsumsi ganja agar mendapatkan kekhusyukan.
Apa sebenarnya tujuan Rastafari ini? Ada yang bilang mereka adalah sebuah gerakan keagamaan dan sebuah revolusi kebudayaan untuk perdamaian dunia, keselarasan rasial, ekonomi, dan reformasi politik.
Dalam konteks Afrika, alasan munculnya Rastafari adalah untuk kebebasan orang kulit hitam, maknanya di sini adalah pembangkangan terhadap penindasan dan simbol kebanggaan sebagai kulit hitam.
Bob Marley adalah keturunan campuran. Ayahnya Inggris berkulit putih, sedangkan ibunya adalah Afro-Jamaika.
Karenanya dia terlahir terlalu hitam untuk masuk ke golongan kulit putih dan terlalu putih untuk masuk ke dalam golongan kulit hitam. Namun pada akhirnya dia memilih masuk dalam golongan kulit hitam.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman.
Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.
Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah inspirasi, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya.
“No Women No Cry” masih akan terus menghapus air mata dari wajah seorang janda. Tembang “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, dan “Redemption Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi melawan segala tirani. Lagu “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan di dunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya

Oleh : Jasd29





Rabu, 28 Februari 2018

Kekerasan dan Pelanggaran Ham yang terjadi di Dogiyai sejak Tahun 2011 – 2017



Oleh ; Ipmado Bali

Berikut adalah catatan dari hasil diskusi yang di lakukan oleh (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai di Bali) selanjutnya disebut Ipmado bali. Catatan ini di rangkum dari kejadian beberapa tahun terakhir, kemudian melahirkan beberapa saran dan kesimpilan yang di hasilkan dari hasil diskusi tersebut demi menegakkan nilai-nilai kemanusiaan di Dogiyai dan di Papua secara umum.

Pelanggaran Ham ?, ini bukan kata yang asing lagi di telinga rakyat papua. Dengan sejarah yang dimilikinya dan catatan kelam pelanggaran-pelanggaran Hak asasi manusianya sejak 1961 sampai hari ini yang terjadi di seluruh pelosok daerah di papua (ha-anim, bomberay,domberay,saireri,la-pago,mee-pago & Mamta). Tapi dalam ulasan kali ini sesuai judul diatas kita akan lebih fokus ke daerah Mee-pago, lebih tepatnya lagi di (Kabupaten Dogiyai) Papua.

Dogiyai adalah salah satu kabupaten yang baru di papua dulunya wilayah kabupaten ini tercakup dalam kabupaten nabire namun sekarang kabupaten ini sudah mandiri sejak tanggal 4 januari 2008 berdasarkan uandang-undang Nomor  8 tahun 2008 kabupaten dogiyai berdiri menjadi sebuah kabupaten yang mandiri .

Ibukota kabupaten terletak di Kigamani dengan 79 desa dan 10 kecamatan di diantaranya  kecamatan sukikai selatan, kecamatan piyaiye, kecamatan mapia barat, kecamatan mapia tengah,kecamatan  mapia, kecamatan dogiyai, kecamatan kamu selatan, kamu, kecamatan timur dan utara.
Dari beground singkat diatas dapat di lihat bahwa Kabupaten Dogiyai  adalah kabupaten yang sudah 10 tahun berdiri sampai hari ini. Sejak berdirinya kabupaten dogiyai sampai hari ini banyak sekali rentetan kejadian yang terjadi di berbagai sector kehidupan masyarakatnya baik itu sector Ekonomi, politik, budaya, olahraga, social, hukum dan ham baik itu kejadian yang membangun, maupun yang menghancurkan. Namun kali ini focus pembahasannya akan lebih ke sector kekerasan dan pelanggaran Ham yang menghancurkan.

Dalam beberapa dekade terakhir banyak sekali berita Kekerasan dan pelanggaran Ham yang kami dengar terjadi di Dogiyai. Mulai dari tabrak lari, penemuan mayat di beberapa tempat, sweaping aparat militer (tni/polri) yang berlebihan, pemukulan, penembakan oleh militer secara membabi buta, sampai larangan-larangan yang di buat militer sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Berikut rentetan peristiwa singkat tentang kekerasan dan pelanggaran Ham yang di ragkum mulai dari beberapa tahun terakhir.

Kekerasan dan Pelanggaran Ham yang terjadi di Dogiyai
sejak Tahun 2011 – 2017

Sejak 2011 sampai akhir tahun 2017 terdapat beberapa rententan kekerasan dan pelanggaran ham yang terjadi di Dogiyai Diantaranya ;

- Penembakan oleh oknum polisi terhadap tiga warga sipil (2011)
Insiden ini terjadi pada tanggal 13 april 2011 sekitar pukul 13;30, bermula saat aparat kepolisian menggrebek lokasi penjualan togel di komplek pasar moanemani. Mereka menyita sejumlah uang milik penjual togel tersebut (yang di ketahui adalah seorang agen dan bandarnya adalah anggota kepolisian) tidak terima warga mengikuti mobil polisi ke kantor polsek moanemani. Karena terus di buntuti polisi marah dan menembak 3 orang warga sipil dan melukai 2 orang hal ini terjadi tepat di depan polsek moanemani, mereka yang ditembak dan meninggal adalah : Dominikus Auwe (24), Otniel Yobe (26) Agus Pigay (24) sedangkan dua rekan mereka mengalami luka kritis.





(foto korban kekerasan 2011 di dogiyai)




-          Pembungkaman ruang DemokrasI, Penangkapan, dan penembakan terhadap aktivis KNPB (2014)
         Dalam perayaan hut KNPB yang ke-enam , KNPB sektor Dogiyaipun merayakannya dengan     melakukan aksi demo damai namun aksi tersebut di bubarkan secara paksa oleh brimob 3 Orang terkena tembakan. Mereka adalah: David Pigai,  Arsel Pigai dan Okto Tebay. David Pigai terkena tembakan di betis kaki kiri dan Okto Tebay terkena tembakan di kaki kanan. Korban atas nama David Pigai masih dirawat di rumah sakit Paniai dan dua korban yang lain telah dirujuk ke Nabire. “Tulang mereka hancur kaki mereka kemungkinan di amputasi,” katanya.

       Sedangkan, 12 Aktivis KNPB Dogiyai yang dapat tangkap adalah: Aneas Anou, (Sekretaris KNPB wilayah Dogiyai )Marsel Esau Edowai, (Juru Bicara KNPB Dogiyai), David Pigai (Ketua KNPB Dogiyai) Agus Waine, Marten Pigome, Okto Tebai, Fery Pekey, Willem Pigai, Ausel Pigai, Ausel Pigai, Stefanus Goo, dan Thomas Waine. Ke-12 aktivis KNPB Dogiyai yang ditangkap oleh polisi dari Dogiyai tersebut selanjutnya dibawa ke polres Nabire.

       

(foto korban kasus kekerasan 2014 di dogiyai)


-          Penembakan terhadap rakyat sipil (2015)
       Pada tanggal 17 Juni 2015, terjadi penembakan di kampung Ugapuga kabupaten Dogiyai. Ada 1 remaja meninggal ditembak mati, dan 7 lainnya luka-luka. Mereka adalah Yoseni Agapa (19) yang tewas ditembak mati. Kemudian Melianus Mote (21), Podepai Agapa (14),Yulius Agapa ( 17), Yunias Agapa (16), Feri Goo (15), Neles Douw, Menki Agapa, Leo Agapa, dan Eratinus Agapa.
Menurut saksi mata; Kami ditembak bukan dari OTK tetapi kami diduga kami ditembak oleh Polisi Brimob yang datang dari Waghete. Mereka menembak kami masyarakat asli Papua. Semua Polisi itu adalah orang pendatang yang menembak Yoteni Agapa mati di tempat.


-          Sweeping dan penembakan (2016)
Sejak bulan September 2016 Tim Gabungan Giat Operasi Mantap Praja GOMPRA sudah aktif melakukan Sweeping di atas Jembatan Kali Tuka Moanemani Distrik Kamuu kabupaten Dogiyai.
1. Aksi Sweeping Yang Dijalankan Tim Gabungan GOMPRA adalah; Sweeping Alat Tajaman,  Atribut Papua Merdeka, Sweeping Aktivis HAM, Sweeping Rambut Gimbal, Sweeping Uang, dan Sweeping Orang Mabuk.
Di lihat dari bentuk-bentuk Aksi sweeping tersebut bukan menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat tetapi mala mengorbankan rakyat dari harta benda sampai penghilangan nyawa manusia
Korban yang meninggal :
(1) Melkias Dogomo usai ditahan polisi. Ia ditahan sel tahanan Mapolsek  di Moanemani, Dogiyai 23 Desember 2016 lalu. Selama  ditahan beberapa jam di Polsek Moanemani,  Polisi sempat siksa bahkan memasukkan pangkal senjata tempat keluar peluru kedalam mulutnya. Sore harinya dia dipulangkan kerumah. Sampai di rumah, Melkias Dogomo jatuh sakit hingga meninggal 7 Januari lalu.
(2) Otis Pekei disiksa polisi, Selasa (10/01/2016) mulai dari Kali Tuka hingga tiba di Polsek Moanemani. Saat itu, Otis Pekei sedang menuju ke Nabire. Namun, ia ditahan di Jembatan Kali Tuka. Pekei disiksa selama ditahan. Pekei dikeluarkan dari Mapolsek Moanemani dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIT dan dikembalikan kekeluarganya

Baca kronologis lengkapnya di sini;
-        
  Pemukulan dan tindakan semena-mena aparat kepolisisan (2017)
karena supir yang menyenggol sekertaris kampung lari ke polsek dan diikuti oleh sekretaris untuk menasehatinya /menegurnya saja lalu tanpa tunggu lama di depan polsek moanemani Sekertaris kampung Dipukul oleh polisi dengan mengunakan Sepatu Laras dan Balok oleh Anggota Polisi sektor (Polsek) Moanemani dan sasaran yang dapat di pukul di bagian Pelipis Mata, Kepala dan Dada hingga Mukanya hancur. Sesudah di pukul Seketaris Kampung Yotapuga di tankap oleh Polisi.
Lalu Rombongan Pemuda dari Dogiyai di bawah pimpinan Tim Pastoral Katolik Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Sebagai peran utama Diakon Aleks Pigai pergi memutuskan Maksud Ditahan kedua orang tersebut, saat sampai di Polsek, Diakon Aleks Pigai dan Desederius H.J Goo, tanpa tanya banyak polisi langsung balik pukul sampai babak belur dengan mengunakan balok 5x5 Hingga Dadanya Desederius Goo bengkak, Dahinya pecah Sementara Diakon Aleks Pigai Dahinya juga pecah, sesudah dipukul lalu keduanya ditahan oleh pihak Polsek Moanemani.

Peran kapitalisme, Militerisme dalam kekerasan dan pelanggaran Ham
di Dogiyai

Dari rentetan kekerasan dan pelanggaran Ham yang terjadi sejak 2011-2017 ini kami menarik beberapa kesimpulan bahwa; akar masalahnya terletak pada pertarungan ekonomi politik yang dimainkan oleh para kapitalis (pemilik Modal) dan (penggila kekuasaan ) yang melakukan berbagai cara tanpa ,memperdulikan nasib masyarakat setempat yang penting bagi mereka adalah, bagaimana kebutuhan mereka terpenuhi.

Adaro Energy didirikan pada tahun 2004 sebagai perseroan terbatas dengan nama PT Padang Karunia. Pada bulan April 2008, nama perusahaan berubah menjadi PT Adaro Energy Tbk dalam persiapan untuk menjadi perusahaan publik dalam penawaran perdana yang dilakukan dengan hasil yang memuaskan pada bulan Juli di tahun yang sama.
Adaro merupakan perusahaan grup yang terintegrasi secara vertikal. Selain anak perusahaan pertambangan utamanya yang bernama PT Adaro Indonesia, Adaro juga memiliki anak-anak perusahaan lainnya yang beroperasi di sepanjang rantai pasokan batubara mulai dari tambang ke pelabuhan dan berlanjut ke pembangkit listrik, yang meliputi penambangan, tongkang, pemuatan kapal, pengerukan, jasa pelabuhan, pemasaran dan ketenagalistrikan.

Pt dewa kresna adalah satu satunya perusahaan yang memonopoli seluruh pengerjaan konstruksi jalan jembatan dan sejenisnya di seluruh wilayah mepago termasuk di kabupaten Dogiyai.
Ini adalah dua dari banyaknya perusahaan yang ada di wilayah dogiyai yang belum terdeteksi.   Banyaknya perusahaan asing di Dogiyailah yang menjadi pemicu lahirnya kekerasan dan pelanggran Ham di dogiyai. mengapa demikian karena, setelah satu atau dua perusahaan yang masuk ke wilayah kabupaten Dogiyai, pastinya membutuhkan pengawasan yang ekstra agar ekspolitasi perusahaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar maka Militerlah yang akan menjalankan tugas tersebut.

Militer (Tni/Polri) selain memainkan perannya sebagai sekuritinya para kapitalis militer juga memanfaatkan kesempatan dengan turut berinfestasi di dalamnya dampak dari keterlibatan militer inilah yang melahirkan Kekerasan dan pelanggaran ham di Dogiyai yang dapat kita lihat pada kasus-kasus di atas.


Saran dan kesimpulan

·         Saran
1.      Pemerintah harus mengutamakan rakyat asli Dogiyai dalam segala aktifitas pemerintahan
2.      Pemerintah harus lebih banyak membuat pelatihan-pelatihan untuk Rakyat Dogiyai di segala bidang (ekonomi, politik, hokum, budaya, teknologi dll). Agar rakyat asli dogiyai dapat bersaing dengan masyarakat migran lainnya dan rakyat pun mampu mengikuti perkembangam zaman.
3.      Pemerintah harus lebih peka dengan persoalan masyarakat migran yang masuk tanpa permisi di daerah Dogiyai
4.      Pemerintah harus membuat perda yang tegas dari hal-hal diatas, agar semua yang di lakukan di dogiyai dapat mengenai sasarannya yaitu Rakyat dogiyai itu sendiri

·         Kesimpulan
Oleh karena itu kami mahasiswa ipmado Bali mengambil kesimpulan bahwa ;
1.      Militer adalah otak di balik kekerasan dan pelanggaran ham di dogiyai maka (tarik militer organic dan non organic dari seluruh pelosok tanah Dogiyai)
2.      Tutup seluruh perusahaan asing yang adalah penyebab kekerasan dan pelanggaran ham di dogiyai
3.      Pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan dan pelanggaran ham terhadap masyarakat di dogiyai
4.      Biarkan masyarakat dogiyai hidup Tenang di atas tanah Dogiyai

Dogiyai dibawah pemerintahan yang baru harus lebih tegas dan disiplin dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sipil melalui peraturan-peraturan daerah yang mengikat dan melindungi seluruh masyarakat dogiyai. Demi mencapai dogiyai yang maju, mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri. Namun kami yakin dogiyai dibawah kepemimpinan yang baru ini akan lebih baik dari sebelumnya, Akhir kata Tuhan, Alam dan Manusia Dogiyai Memberkati .

Demikian hasil diskusi kami Ipmado Bali, jika ada beberapa catatan pelanggaran ham yang kurang atau terlewatkan boleh di tambahkan.



Pewarta ; Jasd29



Sumber ;
-          https://www.kompasiana.com



Senin, 19 Februari 2018

Sebuah kerinduan “kunci kebebasan”



https://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/28006_483402975031277_364333624_n.jpg
(photo by pinterest)


Tangisan ini terus mengalir
bagai badai yang entah kapan hentinya
seperti merah darahku dan putih tulangku
akupun manusia yang ingin bebas

Papua. Sungaiku diubah darah
tanahku dibakar api
kebebasan ku dibungkam
dan begitulah kenyataannya

hanya dengan persatuan
kita dapat mengubah semua
jadikan kebebasan sebagai realita di papua

wahai kaum tertindas
wahai rakyat yang merindukan kebebasan
wahai rakyat papua .! Bersatulah
karena persatuan adalah kunci Kebebasan

karena hanya dengan persatuan
musuh kita lawan bersama
benteng kita terobos bersama
dan bersama Kebebasan kita junjung tinggi

Oleh ; Jasd29

Rabu, 14 Februari 2018

'Dari Pantai Kuta ke Minimart' kisah di balik pergantian Tahun

31- desember sampai 01-januari;  adalah moment di mana seluruh umat manusia di muka bumi ini menyambut tahun baru biasanyan mereka menyambutnya dengan beribadah, bermain petasan, saling bermaaf-maafan, dll.  Namun kisah di bawah ini beda dari malam tahun baru lainnya karena terlukis janji cinta yang suci antara dua insan yang telah menyatu.
Pada saat itu Dari, 31- desember -2016 sampai 01-januari-2017; sebuah kisah indah terlukis di pinggir pantai kuta yang berlanjut sampai minimart. loh dari pantai kute sampai ke minimart ….?       Begini ceritanya. !!

Haii ….   Namaku Maikel; Aku adalah seorang anak muda aku  melanjutkan studyku di universitas warmadewa (salah satu universitas di Denpasar bali) angkatan 2015. Semenjak menjalani karierku yang baru sebagai mahasiswa baru aku begitu bersemangat, dan semangat itu terus aku pertahankan sampai  akhir tahun 2017. Karena pada saat itu aku mengalami sesuatu yang baru dalam hidupku yaitu jatuh cinta.
Berawal dari pandangan pertama di gereja (pada saat itu momentum klehiran Tuhan Yesus 25 desember ) sehabis ibadah hal yang biasa di lakukan adalah keluar dan saling bersalaman dan saling membisikan kata selamat natal dan selamat menyongsong tahun baru. Dan pada saat itulah aku bertemu si dia, (gadis manis yang ramah dan murah senyum) Pada saat itu dia ingin bersalaman dengan ku namun secara tidak sengaja aku tak melihatnya dan akupun membiarkan tangannya yang sudah ia sodorkan begitu saja tanpa ada respon balik dariku entah apa yang ada di fikirannya saat itu tentang diriku.

Keesokan harinya pada saat aku terbangun dan melihat handphone terdapat satu pesan setelah ku buka ternyata dia mengirimkan ucapan selamat natal (via masengger ) semenjak pesan itu masuk akupun mulai aktif berbalas pesan dengan dia yang isi pesannya  seperti yang sering anak anak muda lain lakukan (hay ; Selamat pagi apa kabar ? hay ; selamat hari minggu, ia selamat hari minggu )dst.
Tidak hanya  berbalas pesan dengan dia. Namun, kamipun sering bertemu pada saat kegiatan-kegiatan natal. Baik dari gereja maupun dari Immapa (Salah satu organisasi social Pelajar,Mahasiswa dan masyarkat papua ) dan karena keseringan bertemu dan berbalas pesan tersebut mulai timbul rasa sukaku kepadanya.

Tanggal 29 desember dia meminta bantuan dariku untuk membantu memindahkan barangnya karena ia ingin pindah dari kos ke kontrakan (yang kebetulan aku sendiri yang mengurus dengan pemerintah untuk  pengadaan kontrakan tersebut di Denpasar). Akupun bergegas menuju tempat tinggalnya, setibanya di sana aku langsung membantu mengemas dan menaikkan barang-barangnya ke pic up/ (mobil bak terbuka) yang telah di sewanya. Selesai berkemas dia memanggilku dan berkata; “Maikel aku bareng kamu ya naik motor biar kita jalan di depan dan pic upnya nyusul dari belakang”  dan aku menjawab “ok siap mana aja okelah yang penting aman dan cepat selesai” dan akhirnya kamipun berboncengan menuju kontrakan disitu akupun semakin yakin dan hubungan kami pun semakin dekat.

Tanggal 30 dia kembali meminta bantuanku untuk membersihkan dan menata barang barangnya di dalam kontrakan (tempat tinggalnya yang baru) setelah kami selesai mebersihkan dan menatanya sebagai ucapan terimakasihnya kepadaku karena telah membantunya ia mengajakku tuk makan siang bersama kami masuk di salah satu warung di samping tempat tinggalnya yang lama. Sambil makan kami bercerita dan saling bertanya seperti; (mengapa kau memilih jurusan ini, kau asal dari mana ,mengapa di bali kau lanjutkan studymu dll) hal ini membuat kamipun semakin dekat dan sesekali aku membuat lelucon yang membuatnya tertawa dan pada saat ia tertawa itu barulah aku sadar dia adalah wanita yang selama ini aku idam-idamkan yang dikirim Tuhan untukku .. .. .. ..

 (yasudalah jangan terlalu lebay deh)

Setelah makan siang bersama aku mengantarnya pulang dan aku juga pulang ke tempat tinggalku. Sepanjang perjalanan pulangku seakan wajahnya selalu ada dalam ingatanku apalagi senyumnya yang manis membuat ku tertawa-tertawa sendiri diatas motor sampai tiba di rumah. Setibanya di rumah seharian aku terus mebayangkan dirinya sampai muncul ide untuk menyatakan perasaanku padanya, setelah di fikir-fikir akupun mulai menyiapkan rencana dan memutuskan untuk menyatakan perasaanku padanya esok hari bertepatan dengan  momen penyambutan tahun baru.
Tanpa tunggu lama akupun mulai mengambil handphone dan mengetik pesan yang berisikan ajakan merayakan momen tahun baru bersama kepanya, respon baik pun kudapat dari balasan pesan yang ia kirim kepadaku “ia aku mau dan besok kita akan merayakan tahun baru bersama jawabnya”. Yes yes yes sambil sedikit teriak dan meloncat, adalah ekspresi kebahagiaanku pada saat itu karena rencana awalku tuk mengajaknya telah berhasil.
Keesokan harinya atau (Hari-H) sejak pagi aku sudah mulai searching di internet “bagaimana caranya menyatakan perasaan ke wanita yang kita sukai” adalah satu dari beberapa judul yang ku cari di internet dan menurutku itu bukan hal yang aneh karena ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku. Tidak hanya mencari tetapi aku juga mepraktekkannya kepada pohon (seolah-olah pohon adalah si gadis tersebut) yang ada di samping kontrakan ku, dan banyak hal aneh lainnya yang kulakukan seharian itu yang adalah ekspresi dari pencampuran peasaan antara rasa takut,berani,gugup,percaya diri dll.
Jam 07-00 malam (Wita) aku mempersiapkan diriku mandi,berpakain dan membeli 2 buah petasan yang adalah bagian dari rencanaku. Setelah semua sudah siap jam 09-00 akupun bergerak ke tempat tinggalnya untuk menjemputnya setibanya di sana dia pun sudah siap dengan gayanya yang sederhana dan kamipun langsung bergegas menuju pantai kuta untuk menyaksikan pesta kembang api penyambutan tahun baru.
Setibanya di sana dan waktupun menunjukkan jam 12;30 beberapa menit lagi tahun baru, aku bersiap tuk menyatakan perasaanku ; namun sial, beberapa temanku yang juga berencana menyambut tahun baru di pantai kuta datang dengan gembiranya bertemu kami  “namun begini perasaanku waktu itu” (ada saja iblis yang mengganggu). Apaboleh buat merekapun bergabung bersama kami, dan 2 buah petasan yang aku bawa tadi ku keluarkan dan ku nyalakan Jam 12;00 petasan berbunyi meriah dan kami saling bersalaman dan ber maaf-maafan di situ.

Setelah selesai kami pun bergegas menuju parkiran untuk mengambil motor dan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, ada semacam beban di hati dan di fikiranku yang belum terselesaikan yaitu: rencanaku tuk menyatakan perasaanku kepadanya  belum selesai. Aku mulai memikirkan cara lain atau rencana B, setibanya di depan lorong masuk rumahnya aku berkata “ada baiknya kita mencari air karena aku haus” dan ia pun mengiyakannya. Kami berjalan keliling mecari toko untuk membeli air sampai tibalah kita di salah satu minimart di jalan hayan wuruk dekat dengan kampusku. Aku mengajaknya tuk duduk di kursi yang ada di sana setelah membeli air dan silverqueen (yang ku beli diam-diam) akupun duduk di sampingnya.
Tanpa tunggu lama akupun langsung merangkul tangannya dan menyatakan perasaanku walaupun sedikit gugup. “aku suka kamu dan aku mau kamu jadi kekasihku” ucapku padanya dengan penuh percaya diri dan sedikit nekat, dan iapun merangkul tanganku dan “berkata sebenarnya aku juga suka padamu dan aku mau menjadi kekasihmu”. Horee , horee, yess, yess, sambil loncat dan sedikit senyum manis. Aku sangat bahagia mendengar kau bersedia menjadi kekasihku dan ini adalah sejarah dalam hidupku karena ini adalah pertamakalinya aku meyatakan cintaku dan pertamakali juga aku resmi pacaran.

Demikianlah kisah di balik tanggal 31-desember-2016 sampai 1- januari-2017, bagiku yang akan masuk di dalam salah satu catatan sejarah hidupku .

Dari pantai kuta ke minimart ??? …


Oleh : Jasd

Kamis, 25 Januari 2018

Pelanggaran HAM yang terjadi di Ndugama tahun 2017 dan 2018


(1)  Tgl 12 Desember 2017 terjadi penembakan anggota TNI dan perampasan senjata oleh anggota TPNOPM di Distrik mugi, tgl13 evakusi mayat, tgl 14 jemputan mayat pesawat tdk medarat tp putar2 lalu kembali dan tgl 15 2 pesawat yg medarat di lapangan terbang penembakan meburan disekita lpangan dan sekitarnya.

Kekerasan TNI /Militer di Nduga Tahun 2017



                                                              


(2)  4 org yg berjalan didepan pos maleo pd tgl 31 januari 2017 dan atas nama Anekanus kamarigi menuju pos maleo keneyam dan ada aksi atau keributan terhadap anggota TNI dan TNI dipukul korban tersebut namun Anekanus kamarigi lari jauh dari pos tersebut namun korban ditangkap paksa dan bwh kembali ke pos dan disika sampai meninggal dunia.
 







tgl 3 januari 2018 sekitar jam 14.30 wpb 2 mobil dari Nduga menuju kewamena di halangi oleh TNI pos Napua wamena 20 org termasuk sopir disiksa habis2an sambil disuru mengaku bawah amunisikah tdk, setelah itu bawah mereka/ korban tersebut kodim kemudian disiksa berulangkali dan intorasi korban2 tersebut , kemudian disuru pulang kerumah masing2 , namun kami keluarga korban melihat ada yg parah sehingga putuskan bawah korban2 kerumah sakit umum / UGD, Namun pihak rumah sakit telah menghubungi TNI KODIM dan dtg anggota sehingga kami keluarga korban adu mulut dgn anggota dua org akhirnya korban tdk dpt berobat sampai hari ini


 





Pernyataan sikap mahasiswa Nduga menanggapi persoalan yang terjadi di daerah :


1. Hentikan kriminalitas tni/polri terhadap masyarakat nduga
2. Tuntaskan kasus pembunuhan Komarigi dan masyarakat lainnya
3. Pemerintah bertanggung jawab menyelesaikan masalah yang terjadi di nduga
4. tarik tni/polri dari nduga
5. buka akses transportasi masyarakat tanpa sweeping,dan pemeriksaan oleh tni/polri t
6. pemerintah buka akses seluas-luasnya atas kasus kriminalitas di nduga dan papua pada umunya
7. berikan kebebasan bagi warga sipil














Asal, Tokoh dan Peran Musik Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasal...