Oleh ; Ipmado Bali
Berikut adalah catatan
dari hasil diskusi yang di lakukan oleh (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai
di Bali) selanjutnya disebut Ipmado bali. Catatan ini di rangkum dari kejadian
beberapa tahun terakhir, kemudian melahirkan beberapa saran dan kesimpilan yang
di hasilkan dari hasil diskusi tersebut demi menegakkan nilai-nilai kemanusiaan
di Dogiyai dan di Papua secara umum.
Pelanggaran Ham ?, ini
bukan kata yang asing lagi di telinga rakyat papua. Dengan sejarah yang dimilikinya
dan catatan kelam pelanggaran-pelanggaran Hak asasi manusianya sejak 1961
sampai hari ini yang terjadi di seluruh pelosok daerah di papua (ha-anim,
bomberay,domberay,saireri,la-pago,mee-pago & Mamta). Tapi dalam ulasan kali
ini sesuai judul diatas kita akan lebih fokus ke daerah Mee-pago, lebih
tepatnya lagi di (Kabupaten Dogiyai) Papua.
Dogiyai adalah salah
satu kabupaten yang baru di papua dulunya wilayah kabupaten ini tercakup dalam
kabupaten nabire namun sekarang kabupaten ini sudah mandiri sejak tanggal 4
januari 2008 berdasarkan uandang-undang Nomor
8 tahun 2008 kabupaten dogiyai berdiri menjadi sebuah kabupaten yang
mandiri .
Ibukota kabupaten
terletak di Kigamani dengan 79 desa dan 10 kecamatan di diantaranya kecamatan sukikai selatan, kecamatan piyaiye,
kecamatan mapia barat, kecamatan mapia tengah,kecamatan mapia, kecamatan dogiyai, kecamatan kamu
selatan, kamu, kecamatan timur dan utara.
Dari beground singkat
diatas dapat di lihat bahwa Kabupaten Dogiyai
adalah kabupaten yang sudah 10 tahun berdiri sampai hari ini. Sejak
berdirinya kabupaten dogiyai sampai hari ini banyak sekali rentetan kejadian
yang terjadi di berbagai sector kehidupan masyarakatnya baik itu sector
Ekonomi, politik, budaya, olahraga, social, hukum dan ham baik itu kejadian
yang membangun, maupun yang menghancurkan. Namun kali ini focus pembahasannya
akan lebih ke sector kekerasan dan
pelanggaran Ham yang menghancurkan.
Dalam beberapa dekade
terakhir banyak sekali berita Kekerasan dan pelanggaran Ham yang kami dengar terjadi
di Dogiyai. Mulai dari tabrak lari, penemuan mayat di beberapa tempat, sweaping
aparat militer (tni/polri) yang berlebihan, pemukulan, penembakan oleh militer
secara membabi buta, sampai larangan-larangan yang di buat militer sehingga
sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Berikut rentetan
peristiwa singkat tentang kekerasan dan pelanggaran Ham yang di ragkum mulai
dari beberapa tahun terakhir.
Kekerasan dan Pelanggaran Ham yang
terjadi di Dogiyai
sejak Tahun 2011 – 2017
Sejak 2011 sampai akhir
tahun 2017 terdapat beberapa rententan kekerasan dan pelanggaran ham yang
terjadi di Dogiyai Diantaranya ;
- Penembakan
oleh oknum polisi terhadap tiga warga sipil (2011)
Insiden
ini terjadi pada tanggal 13 april 2011 sekitar pukul 13;30, bermula saat aparat
kepolisian menggrebek lokasi penjualan togel di komplek pasar moanemani. Mereka
menyita sejumlah uang milik penjual togel tersebut (yang di ketahui adalah seorang agen dan bandarnya adalah anggota kepolisian)
tidak terima warga mengikuti mobil polisi ke kantor polsek moanemani. Karena
terus di buntuti polisi marah dan menembak 3 orang warga sipil dan melukai 2
orang hal ini terjadi tepat di depan polsek moanemani, mereka yang ditembak dan
meninggal adalah : Dominikus Auwe (24), Otniel Yobe (26) Agus Pigay (24)
sedangkan dua rekan mereka mengalami luka kritis.
(foto korban kekerasan 2011 di dogiyai)
-
Pembungkaman
ruang DemokrasI, Penangkapan, dan penembakan terhadap aktivis KNPB (2014)
Dalam perayaan hut KNPB yang ke-enam , KNPB sektor Dogiyaipun
merayakannya dengan melakukan aksi
demo damai namun aksi tersebut di bubarkan secara paksa oleh brimob 3 Orang
terkena tembakan. Mereka adalah: David Pigai,
Arsel Pigai dan Okto Tebay. David Pigai terkena tembakan di betis kaki
kiri dan Okto Tebay terkena tembakan di kaki kanan. Korban atas nama David
Pigai masih dirawat di rumah sakit Paniai dan dua korban yang lain telah
dirujuk ke Nabire. “Tulang mereka hancur kaki mereka kemungkinan di amputasi,”
katanya.
Sedangkan, 12 Aktivis KNPB Dogiyai yang dapat tangkap adalah:
Aneas Anou, (Sekretaris KNPB wilayah Dogiyai )Marsel Esau Edowai, (Juru Bicara
KNPB Dogiyai), David Pigai (Ketua KNPB Dogiyai) Agus Waine, Marten Pigome, Okto
Tebai, Fery Pekey, Willem Pigai, Ausel Pigai, Ausel Pigai, Stefanus Goo, dan
Thomas Waine. Ke-12 aktivis KNPB Dogiyai yang ditangkap oleh polisi dari
Dogiyai tersebut selanjutnya dibawa ke polres Nabire.
(foto
korban kasus kekerasan 2014 di dogiyai)
-
Penembakan
terhadap rakyat sipil (2015)
Pada tanggal 17 Juni 2015, terjadi
penembakan di kampung Ugapuga kabupaten Dogiyai. Ada 1 remaja meninggal
ditembak mati, dan 7 lainnya luka-luka. Mereka adalah Yoseni Agapa (19) yang
tewas ditembak mati. Kemudian Melianus Mote (21), Podepai Agapa (14),Yulius
Agapa ( 17), Yunias Agapa (16), Feri Goo (15), Neles Douw, Menki Agapa, Leo
Agapa, dan Eratinus Agapa.
Menurut saksi mata;
Kami ditembak bukan dari OTK tetapi kami diduga kami ditembak oleh Polisi
Brimob yang datang dari Waghete. Mereka menembak kami masyarakat asli Papua.
Semua Polisi itu adalah orang pendatang yang menembak Yoteni Agapa mati di
tempat.
-
Sweeping
dan penembakan (2016)
Sejak
bulan September 2016 Tim Gabungan Giat Operasi Mantap Praja GOMPRA sudah aktif
melakukan Sweeping di atas Jembatan Kali Tuka Moanemani Distrik Kamuu kabupaten
Dogiyai.
1. Aksi Sweeping Yang
Dijalankan Tim Gabungan GOMPRA adalah; Sweeping Alat Tajaman, Atribut Papua Merdeka, Sweeping Aktivis HAM,
Sweeping Rambut Gimbal, Sweeping Uang, dan Sweeping Orang Mabuk.
Di lihat dari
bentuk-bentuk Aksi sweeping tersebut bukan menciptakan suasana yang aman bagi
masyarakat tetapi mala mengorbankan rakyat dari harta benda sampai penghilangan
nyawa manusia
Korban
yang meninggal :
(1) Melkias Dogomo usai
ditahan polisi. Ia ditahan sel tahanan Mapolsek
di Moanemani, Dogiyai 23 Desember 2016 lalu. Selama ditahan beberapa jam di Polsek
Moanemani, Polisi sempat siksa bahkan
memasukkan pangkal senjata tempat keluar peluru kedalam mulutnya. Sore harinya
dia dipulangkan kerumah. Sampai di rumah, Melkias Dogomo jatuh sakit hingga
meninggal 7 Januari lalu.
(2) Otis Pekei disiksa
polisi, Selasa (10/01/2016) mulai dari Kali Tuka hingga tiba di Polsek
Moanemani. Saat itu, Otis Pekei sedang menuju ke Nabire. Namun, ia ditahan di
Jembatan Kali Tuka. Pekei disiksa selama ditahan. Pekei dikeluarkan dari
Mapolsek Moanemani dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIT dan
dikembalikan kekeluarganya
Baca kronologis lengkapnya di sini;
-
Pemukulan
dan tindakan semena-mena aparat kepolisisan (2017)
karena supir yang menyenggol sekertaris
kampung lari ke polsek dan diikuti oleh sekretaris untuk menasehatinya
/menegurnya saja lalu tanpa tunggu lama di depan polsek moanemani Sekertaris
kampung Dipukul oleh polisi dengan mengunakan Sepatu Laras dan Balok oleh
Anggota Polisi sektor (Polsek) Moanemani dan sasaran yang dapat di pukul di
bagian Pelipis Mata, Kepala dan Dada hingga Mukanya hancur. Sesudah di pukul
Seketaris Kampung Yotapuga di tankap oleh Polisi.
Lalu Rombongan Pemuda dari Dogiyai di bawah pimpinan
Tim Pastoral Katolik Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Sebagai peran
utama Diakon Aleks Pigai pergi memutuskan Maksud Ditahan kedua orang tersebut,
saat sampai di Polsek, Diakon Aleks Pigai dan Desederius H.J Goo, tanpa tanya
banyak polisi langsung balik pukul sampai babak belur dengan mengunakan balok
5x5 Hingga Dadanya Desederius Goo bengkak, Dahinya pecah Sementara Diakon Aleks
Pigai Dahinya juga pecah, sesudah dipukul lalu keduanya ditahan oleh pihak
Polsek Moanemani.
Peran kapitalisme,
Militerisme dalam kekerasan dan pelanggaran Ham
di Dogiyai
Dari rentetan kekerasan
dan pelanggaran Ham yang terjadi sejak 2011-2017 ini kami menarik beberapa
kesimpulan bahwa; akar masalahnya terletak pada pertarungan ekonomi politik
yang dimainkan oleh para kapitalis (pemilik Modal) dan (penggila kekuasaan )
yang melakukan berbagai cara tanpa ,memperdulikan nasib masyarakat setempat
yang penting bagi mereka adalah, bagaimana kebutuhan mereka terpenuhi.
Adaro
Energy didirikan pada tahun 2004 sebagai perseroan
terbatas dengan nama PT Padang Karunia. Pada bulan April 2008, nama perusahaan
berubah menjadi PT Adaro Energy Tbk dalam persiapan untuk menjadi perusahaan
publik dalam penawaran perdana yang dilakukan dengan hasil yang memuaskan pada
bulan Juli di tahun yang sama.
Adaro merupakan
perusahaan grup yang terintegrasi secara vertikal. Selain anak perusahaan
pertambangan utamanya yang bernama PT Adaro Indonesia, Adaro juga memiliki
anak-anak perusahaan lainnya yang beroperasi di sepanjang rantai pasokan
batubara mulai dari tambang ke pelabuhan dan berlanjut ke pembangkit listrik,
yang meliputi penambangan, tongkang, pemuatan kapal, pengerukan, jasa
pelabuhan, pemasaran dan ketenagalistrikan.
Pt
dewa kresna adalah satu satunya perusahaan yang
memonopoli seluruh pengerjaan konstruksi jalan jembatan dan sejenisnya di
seluruh wilayah mepago termasuk di kabupaten Dogiyai.
Ini adalah dua dari
banyaknya perusahaan yang ada di wilayah dogiyai yang belum terdeteksi. Banyaknya perusahaan asing di Dogiyailah
yang menjadi pemicu lahirnya kekerasan dan pelanggran Ham di dogiyai. mengapa
demikian karena, setelah satu atau dua perusahaan yang masuk ke wilayah
kabupaten Dogiyai, pastinya membutuhkan pengawasan yang ekstra agar ekspolitasi
perusahaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar maka Militerlah yang
akan menjalankan tugas tersebut.
Militer
(Tni/Polri) selain memainkan perannya sebagai
sekuritinya para kapitalis militer juga memanfaatkan kesempatan dengan turut
berinfestasi di dalamnya dampak dari keterlibatan militer inilah yang
melahirkan Kekerasan dan pelanggaran ham di Dogiyai yang dapat kita lihat pada
kasus-kasus di atas.
Saran dan kesimpulan
·
Saran
1.
Pemerintah harus mengutamakan
rakyat asli Dogiyai dalam segala aktifitas pemerintahan
2.
Pemerintah harus lebih banyak
membuat pelatihan-pelatihan untuk Rakyat Dogiyai di segala bidang (ekonomi,
politik, hokum, budaya, teknologi dll). Agar rakyat asli dogiyai dapat bersaing
dengan masyarakat migran lainnya dan rakyat pun mampu mengikuti perkembangam
zaman.
3.
Pemerintah harus lebih peka dengan
persoalan masyarakat migran yang masuk tanpa permisi di daerah Dogiyai
4.
Pemerintah harus membuat perda yang
tegas dari hal-hal diatas, agar semua yang di lakukan di dogiyai dapat mengenai
sasarannya yaitu Rakyat dogiyai itu sendiri
·
Kesimpulan
Oleh
karena itu kami mahasiswa ipmado Bali mengambil kesimpulan bahwa ;
1.
Militer adalah otak di balik kekerasan
dan pelanggaran ham di dogiyai maka (tarik militer organic dan non organic dari
seluruh pelosok tanah Dogiyai)
2.
Tutup seluruh perusahaan asing yang
adalah penyebab kekerasan dan pelanggaran ham di dogiyai
3.
Pemerintah harus mengambil tindakan
tegas terhadap pelaku kekerasan dan pelanggaran ham terhadap masyarakat di
dogiyai
4.
Biarkan masyarakat dogiyai hidup Tenang
di atas tanah Dogiyai
Dogiyai dibawah
pemerintahan yang baru harus lebih tegas dan disiplin dalam menjaga keamanan
dan kenyamanan masyarakat sipil melalui peraturan-peraturan daerah yang
mengikat dan melindungi seluruh masyarakat dogiyai. Demi mencapai dogiyai yang
maju, mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri. Namun kami yakin dogiyai dibawah
kepemimpinan yang baru ini akan lebih baik dari sebelumnya, Akhir kata Tuhan,
Alam dan Manusia Dogiyai Memberkati .
Demikian hasil diskusi kami Ipmado Bali, jika ada beberapa catatan pelanggaran ham yang kurang atau terlewatkan boleh di tambahkan.
Pewarta ; Jasd29
Sumber ;