Kamis, 25 Januari 2018

Pelanggaran HAM yang terjadi di Ndugama tahun 2017 dan 2018


(1)  Tgl 12 Desember 2017 terjadi penembakan anggota TNI dan perampasan senjata oleh anggota TPNOPM di Distrik mugi, tgl13 evakusi mayat, tgl 14 jemputan mayat pesawat tdk medarat tp putar2 lalu kembali dan tgl 15 2 pesawat yg medarat di lapangan terbang penembakan meburan disekita lpangan dan sekitarnya.

Kekerasan TNI /Militer di Nduga Tahun 2017



                                                              


(2)  4 org yg berjalan didepan pos maleo pd tgl 31 januari 2017 dan atas nama Anekanus kamarigi menuju pos maleo keneyam dan ada aksi atau keributan terhadap anggota TNI dan TNI dipukul korban tersebut namun Anekanus kamarigi lari jauh dari pos tersebut namun korban ditangkap paksa dan bwh kembali ke pos dan disika sampai meninggal dunia.
 







tgl 3 januari 2018 sekitar jam 14.30 wpb 2 mobil dari Nduga menuju kewamena di halangi oleh TNI pos Napua wamena 20 org termasuk sopir disiksa habis2an sambil disuru mengaku bawah amunisikah tdk, setelah itu bawah mereka/ korban tersebut kodim kemudian disiksa berulangkali dan intorasi korban2 tersebut , kemudian disuru pulang kerumah masing2 , namun kami keluarga korban melihat ada yg parah sehingga putuskan bawah korban2 kerumah sakit umum / UGD, Namun pihak rumah sakit telah menghubungi TNI KODIM dan dtg anggota sehingga kami keluarga korban adu mulut dgn anggota dua org akhirnya korban tdk dpt berobat sampai hari ini


 





Pernyataan sikap mahasiswa Nduga menanggapi persoalan yang terjadi di daerah :


1. Hentikan kriminalitas tni/polri terhadap masyarakat nduga
2. Tuntaskan kasus pembunuhan Komarigi dan masyarakat lainnya
3. Pemerintah bertanggung jawab menyelesaikan masalah yang terjadi di nduga
4. tarik tni/polri dari nduga
5. buka akses transportasi masyarakat tanpa sweeping,dan pemeriksaan oleh tni/polri t
6. pemerintah buka akses seluas-luasnya atas kasus kriminalitas di nduga dan papua pada umunya
7. berikan kebebasan bagi warga sipil














Sabtu, 13 Januari 2018

For Bali nyatakan sikap independentnya dan memperjelas tuntutannya (Menolak Reklamasih Teluk Benoa)



Denpasar,13 Januari 2018





Photo Arsip,JeenoAlfredDogomo


Tolak Reklamasih teluk benoa !
Tolakk ...
Tolak Reklamasih Teluk Benoa !
Tolakk..

Adalah Yel yel Yang di teriakkan Oleh Masa aksi Pada Sabtu 13 Januari 2018.

Sudah 5 Tahun Perjuangan Rakyat Bali Menolak Reklamasih Teluk Benoa dan Hari ini Kembali lagi Rakyat Bali Di bawah Bendera For Bali Melakukan Aksi demo damai .

Masa aksi Berkumpul di titik Kumpul (Parkiran Timur ) Lapangan Renon dan Melanjutkan aksinya Dengan Long march / Jalan Santai,  Menuju kantor Gubernur denpasar Bali . Dalam Orasinya Salah seorang Korlap Mengatakan Aksi kami adalah Aksi Damai dan Tidak mengandung Unsur Politik Sedikitpun Karena Tujuan aksi Kami Sudah Jelas yaitu Menolak Reklamasih Teluk benoa, dan Batalkan Perpres no 51 Tahun 2014.

Berikut Orasi Politik Dari Ketua For Bali (Wayan Gendo)
Bahwa Perjuangan Kami adalah perjuangan Yang independent dan Di Tahun yang baru ini Kami akan Meperkuat Persatuan perjuagan Kami demi Memenangkan Teluk Benoa


Berikut Tuntutan Dari Aksi Hari ini :

1. menolak Reklamasi Teluk Benoa .
2. Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis For Bali.
3. Menyatakan diri independent dan bebas dari kepentingan Politik.
4. Tidak akan terpancing dalam Isu politik (Pemilu) dari setiap Kandidat Gubernur bali Kecuali Ada tindakan nyata dari calon ketua dan wakil ketua Tersebut Terhadap Reklamasih Teluk Benoa.

Mengapa Rakyat Bali Menolak reklamasih teluk benoa ?.
baca di sini :

http://www.forbali.org/id/mengapa-kami-menolak/


Pewarta, Jasd.

Asal, Tokoh dan Peran Musik Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasal...