(1) Tgl 12 Desember 2017 terjadi penembakan anggota
TNI dan perampasan senjata oleh anggota TPNOPM di Distrik mugi, tgl13 evakusi
mayat, tgl 14 jemputan mayat pesawat tdk medarat tp putar2 lalu kembali dan tgl
15 2 pesawat yg medarat di lapangan terbang penembakan meburan disekita lpangan
dan sekitarnya.
(2) 4 org yg berjalan didepan pos maleo pd tgl 31
januari 2017 dan atas nama Anekanus kamarigi menuju pos maleo keneyam dan ada aksi atau keributan terhadap anggota TNI dan
TNI dipukul korban tersebut namun Anekanus kamarigi lari jauh dari pos tersebut
namun korban ditangkap paksa dan bwh kembali ke pos dan disika sampai meninggal
dunia.
tgl 3 januari 2018 sekitar jam 14.30 wpb 2
mobil dari Nduga menuju kewamena di halangi oleh TNI pos Napua wamena 20 org
termasuk sopir disiksa habis2an sambil disuru mengaku bawah amunisikah tdk,
setelah itu bawah mereka/ korban tersebut kodim kemudian disiksa berulangkali
dan intorasi korban2 tersebut , kemudian disuru pulang kerumah masing2 , namun
kami keluarga korban melihat ada yg parah sehingga putuskan bawah korban2
kerumah sakit umum / UGD, Namun pihak rumah sakit telah menghubungi TNI KODIM
dan dtg anggota sehingga kami keluarga korban adu mulut dgn anggota dua org akhirnya
korban tdk dpt berobat sampai hari ini
Pernyataan sikap mahasiswa Nduga menanggapi persoalan yang terjadi di daerah :
1. Hentikan kriminalitas tni/polri terhadap masyarakat nduga
2. Tuntaskan kasus pembunuhan Komarigi dan masyarakat lainnya
3. Pemerintah bertanggung jawab menyelesaikan masalah yang terjadi di nduga
4. tarik tni/polri dari nduga
5. buka akses transportasi masyarakat tanpa sweeping,dan pemeriksaan oleh tni/polri t
6. pemerintah buka akses seluas-luasnya atas kasus kriminalitas di nduga dan papua pada umunya
7. berikan kebebasan bagi warga sipil








