Rabu, 28 Februari 2018

Kekerasan dan Pelanggaran Ham yang terjadi di Dogiyai sejak Tahun 2011 – 2017



Oleh ; Ipmado Bali

Berikut adalah catatan dari hasil diskusi yang di lakukan oleh (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai di Bali) selanjutnya disebut Ipmado bali. Catatan ini di rangkum dari kejadian beberapa tahun terakhir, kemudian melahirkan beberapa saran dan kesimpilan yang di hasilkan dari hasil diskusi tersebut demi menegakkan nilai-nilai kemanusiaan di Dogiyai dan di Papua secara umum.

Pelanggaran Ham ?, ini bukan kata yang asing lagi di telinga rakyat papua. Dengan sejarah yang dimilikinya dan catatan kelam pelanggaran-pelanggaran Hak asasi manusianya sejak 1961 sampai hari ini yang terjadi di seluruh pelosok daerah di papua (ha-anim, bomberay,domberay,saireri,la-pago,mee-pago & Mamta). Tapi dalam ulasan kali ini sesuai judul diatas kita akan lebih fokus ke daerah Mee-pago, lebih tepatnya lagi di (Kabupaten Dogiyai) Papua.

Dogiyai adalah salah satu kabupaten yang baru di papua dulunya wilayah kabupaten ini tercakup dalam kabupaten nabire namun sekarang kabupaten ini sudah mandiri sejak tanggal 4 januari 2008 berdasarkan uandang-undang Nomor  8 tahun 2008 kabupaten dogiyai berdiri menjadi sebuah kabupaten yang mandiri .

Ibukota kabupaten terletak di Kigamani dengan 79 desa dan 10 kecamatan di diantaranya  kecamatan sukikai selatan, kecamatan piyaiye, kecamatan mapia barat, kecamatan mapia tengah,kecamatan  mapia, kecamatan dogiyai, kecamatan kamu selatan, kamu, kecamatan timur dan utara.
Dari beground singkat diatas dapat di lihat bahwa Kabupaten Dogiyai  adalah kabupaten yang sudah 10 tahun berdiri sampai hari ini. Sejak berdirinya kabupaten dogiyai sampai hari ini banyak sekali rentetan kejadian yang terjadi di berbagai sector kehidupan masyarakatnya baik itu sector Ekonomi, politik, budaya, olahraga, social, hukum dan ham baik itu kejadian yang membangun, maupun yang menghancurkan. Namun kali ini focus pembahasannya akan lebih ke sector kekerasan dan pelanggaran Ham yang menghancurkan.

Dalam beberapa dekade terakhir banyak sekali berita Kekerasan dan pelanggaran Ham yang kami dengar terjadi di Dogiyai. Mulai dari tabrak lari, penemuan mayat di beberapa tempat, sweaping aparat militer (tni/polri) yang berlebihan, pemukulan, penembakan oleh militer secara membabi buta, sampai larangan-larangan yang di buat militer sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Berikut rentetan peristiwa singkat tentang kekerasan dan pelanggaran Ham yang di ragkum mulai dari beberapa tahun terakhir.

Kekerasan dan Pelanggaran Ham yang terjadi di Dogiyai
sejak Tahun 2011 – 2017

Sejak 2011 sampai akhir tahun 2017 terdapat beberapa rententan kekerasan dan pelanggaran ham yang terjadi di Dogiyai Diantaranya ;

- Penembakan oleh oknum polisi terhadap tiga warga sipil (2011)
Insiden ini terjadi pada tanggal 13 april 2011 sekitar pukul 13;30, bermula saat aparat kepolisian menggrebek lokasi penjualan togel di komplek pasar moanemani. Mereka menyita sejumlah uang milik penjual togel tersebut (yang di ketahui adalah seorang agen dan bandarnya adalah anggota kepolisian) tidak terima warga mengikuti mobil polisi ke kantor polsek moanemani. Karena terus di buntuti polisi marah dan menembak 3 orang warga sipil dan melukai 2 orang hal ini terjadi tepat di depan polsek moanemani, mereka yang ditembak dan meninggal adalah : Dominikus Auwe (24), Otniel Yobe (26) Agus Pigay (24) sedangkan dua rekan mereka mengalami luka kritis.





(foto korban kekerasan 2011 di dogiyai)




-          Pembungkaman ruang DemokrasI, Penangkapan, dan penembakan terhadap aktivis KNPB (2014)
         Dalam perayaan hut KNPB yang ke-enam , KNPB sektor Dogiyaipun merayakannya dengan     melakukan aksi demo damai namun aksi tersebut di bubarkan secara paksa oleh brimob 3 Orang terkena tembakan. Mereka adalah: David Pigai,  Arsel Pigai dan Okto Tebay. David Pigai terkena tembakan di betis kaki kiri dan Okto Tebay terkena tembakan di kaki kanan. Korban atas nama David Pigai masih dirawat di rumah sakit Paniai dan dua korban yang lain telah dirujuk ke Nabire. “Tulang mereka hancur kaki mereka kemungkinan di amputasi,” katanya.

       Sedangkan, 12 Aktivis KNPB Dogiyai yang dapat tangkap adalah: Aneas Anou, (Sekretaris KNPB wilayah Dogiyai )Marsel Esau Edowai, (Juru Bicara KNPB Dogiyai), David Pigai (Ketua KNPB Dogiyai) Agus Waine, Marten Pigome, Okto Tebai, Fery Pekey, Willem Pigai, Ausel Pigai, Ausel Pigai, Stefanus Goo, dan Thomas Waine. Ke-12 aktivis KNPB Dogiyai yang ditangkap oleh polisi dari Dogiyai tersebut selanjutnya dibawa ke polres Nabire.

       

(foto korban kasus kekerasan 2014 di dogiyai)


-          Penembakan terhadap rakyat sipil (2015)
       Pada tanggal 17 Juni 2015, terjadi penembakan di kampung Ugapuga kabupaten Dogiyai. Ada 1 remaja meninggal ditembak mati, dan 7 lainnya luka-luka. Mereka adalah Yoseni Agapa (19) yang tewas ditembak mati. Kemudian Melianus Mote (21), Podepai Agapa (14),Yulius Agapa ( 17), Yunias Agapa (16), Feri Goo (15), Neles Douw, Menki Agapa, Leo Agapa, dan Eratinus Agapa.
Menurut saksi mata; Kami ditembak bukan dari OTK tetapi kami diduga kami ditembak oleh Polisi Brimob yang datang dari Waghete. Mereka menembak kami masyarakat asli Papua. Semua Polisi itu adalah orang pendatang yang menembak Yoteni Agapa mati di tempat.


-          Sweeping dan penembakan (2016)
Sejak bulan September 2016 Tim Gabungan Giat Operasi Mantap Praja GOMPRA sudah aktif melakukan Sweeping di atas Jembatan Kali Tuka Moanemani Distrik Kamuu kabupaten Dogiyai.
1. Aksi Sweeping Yang Dijalankan Tim Gabungan GOMPRA adalah; Sweeping Alat Tajaman,  Atribut Papua Merdeka, Sweeping Aktivis HAM, Sweeping Rambut Gimbal, Sweeping Uang, dan Sweeping Orang Mabuk.
Di lihat dari bentuk-bentuk Aksi sweeping tersebut bukan menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat tetapi mala mengorbankan rakyat dari harta benda sampai penghilangan nyawa manusia
Korban yang meninggal :
(1) Melkias Dogomo usai ditahan polisi. Ia ditahan sel tahanan Mapolsek  di Moanemani, Dogiyai 23 Desember 2016 lalu. Selama  ditahan beberapa jam di Polsek Moanemani,  Polisi sempat siksa bahkan memasukkan pangkal senjata tempat keluar peluru kedalam mulutnya. Sore harinya dia dipulangkan kerumah. Sampai di rumah, Melkias Dogomo jatuh sakit hingga meninggal 7 Januari lalu.
(2) Otis Pekei disiksa polisi, Selasa (10/01/2016) mulai dari Kali Tuka hingga tiba di Polsek Moanemani. Saat itu, Otis Pekei sedang menuju ke Nabire. Namun, ia ditahan di Jembatan Kali Tuka. Pekei disiksa selama ditahan. Pekei dikeluarkan dari Mapolsek Moanemani dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIT dan dikembalikan kekeluarganya

Baca kronologis lengkapnya di sini;
-        
  Pemukulan dan tindakan semena-mena aparat kepolisisan (2017)
karena supir yang menyenggol sekertaris kampung lari ke polsek dan diikuti oleh sekretaris untuk menasehatinya /menegurnya saja lalu tanpa tunggu lama di depan polsek moanemani Sekertaris kampung Dipukul oleh polisi dengan mengunakan Sepatu Laras dan Balok oleh Anggota Polisi sektor (Polsek) Moanemani dan sasaran yang dapat di pukul di bagian Pelipis Mata, Kepala dan Dada hingga Mukanya hancur. Sesudah di pukul Seketaris Kampung Yotapuga di tankap oleh Polisi.
Lalu Rombongan Pemuda dari Dogiyai di bawah pimpinan Tim Pastoral Katolik Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Sebagai peran utama Diakon Aleks Pigai pergi memutuskan Maksud Ditahan kedua orang tersebut, saat sampai di Polsek, Diakon Aleks Pigai dan Desederius H.J Goo, tanpa tanya banyak polisi langsung balik pukul sampai babak belur dengan mengunakan balok 5x5 Hingga Dadanya Desederius Goo bengkak, Dahinya pecah Sementara Diakon Aleks Pigai Dahinya juga pecah, sesudah dipukul lalu keduanya ditahan oleh pihak Polsek Moanemani.

Peran kapitalisme, Militerisme dalam kekerasan dan pelanggaran Ham
di Dogiyai

Dari rentetan kekerasan dan pelanggaran Ham yang terjadi sejak 2011-2017 ini kami menarik beberapa kesimpulan bahwa; akar masalahnya terletak pada pertarungan ekonomi politik yang dimainkan oleh para kapitalis (pemilik Modal) dan (penggila kekuasaan ) yang melakukan berbagai cara tanpa ,memperdulikan nasib masyarakat setempat yang penting bagi mereka adalah, bagaimana kebutuhan mereka terpenuhi.

Adaro Energy didirikan pada tahun 2004 sebagai perseroan terbatas dengan nama PT Padang Karunia. Pada bulan April 2008, nama perusahaan berubah menjadi PT Adaro Energy Tbk dalam persiapan untuk menjadi perusahaan publik dalam penawaran perdana yang dilakukan dengan hasil yang memuaskan pada bulan Juli di tahun yang sama.
Adaro merupakan perusahaan grup yang terintegrasi secara vertikal. Selain anak perusahaan pertambangan utamanya yang bernama PT Adaro Indonesia, Adaro juga memiliki anak-anak perusahaan lainnya yang beroperasi di sepanjang rantai pasokan batubara mulai dari tambang ke pelabuhan dan berlanjut ke pembangkit listrik, yang meliputi penambangan, tongkang, pemuatan kapal, pengerukan, jasa pelabuhan, pemasaran dan ketenagalistrikan.

Pt dewa kresna adalah satu satunya perusahaan yang memonopoli seluruh pengerjaan konstruksi jalan jembatan dan sejenisnya di seluruh wilayah mepago termasuk di kabupaten Dogiyai.
Ini adalah dua dari banyaknya perusahaan yang ada di wilayah dogiyai yang belum terdeteksi.   Banyaknya perusahaan asing di Dogiyailah yang menjadi pemicu lahirnya kekerasan dan pelanggran Ham di dogiyai. mengapa demikian karena, setelah satu atau dua perusahaan yang masuk ke wilayah kabupaten Dogiyai, pastinya membutuhkan pengawasan yang ekstra agar ekspolitasi perusahaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar maka Militerlah yang akan menjalankan tugas tersebut.

Militer (Tni/Polri) selain memainkan perannya sebagai sekuritinya para kapitalis militer juga memanfaatkan kesempatan dengan turut berinfestasi di dalamnya dampak dari keterlibatan militer inilah yang melahirkan Kekerasan dan pelanggaran ham di Dogiyai yang dapat kita lihat pada kasus-kasus di atas.


Saran dan kesimpulan

·         Saran
1.      Pemerintah harus mengutamakan rakyat asli Dogiyai dalam segala aktifitas pemerintahan
2.      Pemerintah harus lebih banyak membuat pelatihan-pelatihan untuk Rakyat Dogiyai di segala bidang (ekonomi, politik, hokum, budaya, teknologi dll). Agar rakyat asli dogiyai dapat bersaing dengan masyarakat migran lainnya dan rakyat pun mampu mengikuti perkembangam zaman.
3.      Pemerintah harus lebih peka dengan persoalan masyarakat migran yang masuk tanpa permisi di daerah Dogiyai
4.      Pemerintah harus membuat perda yang tegas dari hal-hal diatas, agar semua yang di lakukan di dogiyai dapat mengenai sasarannya yaitu Rakyat dogiyai itu sendiri

·         Kesimpulan
Oleh karena itu kami mahasiswa ipmado Bali mengambil kesimpulan bahwa ;
1.      Militer adalah otak di balik kekerasan dan pelanggaran ham di dogiyai maka (tarik militer organic dan non organic dari seluruh pelosok tanah Dogiyai)
2.      Tutup seluruh perusahaan asing yang adalah penyebab kekerasan dan pelanggaran ham di dogiyai
3.      Pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan dan pelanggaran ham terhadap masyarakat di dogiyai
4.      Biarkan masyarakat dogiyai hidup Tenang di atas tanah Dogiyai

Dogiyai dibawah pemerintahan yang baru harus lebih tegas dan disiplin dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sipil melalui peraturan-peraturan daerah yang mengikat dan melindungi seluruh masyarakat dogiyai. Demi mencapai dogiyai yang maju, mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri. Namun kami yakin dogiyai dibawah kepemimpinan yang baru ini akan lebih baik dari sebelumnya, Akhir kata Tuhan, Alam dan Manusia Dogiyai Memberkati .

Demikian hasil diskusi kami Ipmado Bali, jika ada beberapa catatan pelanggaran ham yang kurang atau terlewatkan boleh di tambahkan.



Pewarta ; Jasd29



Sumber ;
-          https://www.kompasiana.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asal, Tokoh dan Peran Musik Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasal...