Rabu, 14 Februari 2018

'Dari Pantai Kuta ke Minimart' kisah di balik pergantian Tahun

31- desember sampai 01-januari;  adalah moment di mana seluruh umat manusia di muka bumi ini menyambut tahun baru biasanyan mereka menyambutnya dengan beribadah, bermain petasan, saling bermaaf-maafan, dll.  Namun kisah di bawah ini beda dari malam tahun baru lainnya karena terlukis janji cinta yang suci antara dua insan yang telah menyatu.
Pada saat itu Dari, 31- desember -2016 sampai 01-januari-2017; sebuah kisah indah terlukis di pinggir pantai kuta yang berlanjut sampai minimart. loh dari pantai kute sampai ke minimart ….?       Begini ceritanya. !!

Haii ….   Namaku Maikel; Aku adalah seorang anak muda aku  melanjutkan studyku di universitas warmadewa (salah satu universitas di Denpasar bali) angkatan 2015. Semenjak menjalani karierku yang baru sebagai mahasiswa baru aku begitu bersemangat, dan semangat itu terus aku pertahankan sampai  akhir tahun 2017. Karena pada saat itu aku mengalami sesuatu yang baru dalam hidupku yaitu jatuh cinta.
Berawal dari pandangan pertama di gereja (pada saat itu momentum klehiran Tuhan Yesus 25 desember ) sehabis ibadah hal yang biasa di lakukan adalah keluar dan saling bersalaman dan saling membisikan kata selamat natal dan selamat menyongsong tahun baru. Dan pada saat itulah aku bertemu si dia, (gadis manis yang ramah dan murah senyum) Pada saat itu dia ingin bersalaman dengan ku namun secara tidak sengaja aku tak melihatnya dan akupun membiarkan tangannya yang sudah ia sodorkan begitu saja tanpa ada respon balik dariku entah apa yang ada di fikirannya saat itu tentang diriku.

Keesokan harinya pada saat aku terbangun dan melihat handphone terdapat satu pesan setelah ku buka ternyata dia mengirimkan ucapan selamat natal (via masengger ) semenjak pesan itu masuk akupun mulai aktif berbalas pesan dengan dia yang isi pesannya  seperti yang sering anak anak muda lain lakukan (hay ; Selamat pagi apa kabar ? hay ; selamat hari minggu, ia selamat hari minggu )dst.
Tidak hanya  berbalas pesan dengan dia. Namun, kamipun sering bertemu pada saat kegiatan-kegiatan natal. Baik dari gereja maupun dari Immapa (Salah satu organisasi social Pelajar,Mahasiswa dan masyarkat papua ) dan karena keseringan bertemu dan berbalas pesan tersebut mulai timbul rasa sukaku kepadanya.

Tanggal 29 desember dia meminta bantuan dariku untuk membantu memindahkan barangnya karena ia ingin pindah dari kos ke kontrakan (yang kebetulan aku sendiri yang mengurus dengan pemerintah untuk  pengadaan kontrakan tersebut di Denpasar). Akupun bergegas menuju tempat tinggalnya, setibanya di sana aku langsung membantu mengemas dan menaikkan barang-barangnya ke pic up/ (mobil bak terbuka) yang telah di sewanya. Selesai berkemas dia memanggilku dan berkata; “Maikel aku bareng kamu ya naik motor biar kita jalan di depan dan pic upnya nyusul dari belakang”  dan aku menjawab “ok siap mana aja okelah yang penting aman dan cepat selesai” dan akhirnya kamipun berboncengan menuju kontrakan disitu akupun semakin yakin dan hubungan kami pun semakin dekat.

Tanggal 30 dia kembali meminta bantuanku untuk membersihkan dan menata barang barangnya di dalam kontrakan (tempat tinggalnya yang baru) setelah kami selesai mebersihkan dan menatanya sebagai ucapan terimakasihnya kepadaku karena telah membantunya ia mengajakku tuk makan siang bersama kami masuk di salah satu warung di samping tempat tinggalnya yang lama. Sambil makan kami bercerita dan saling bertanya seperti; (mengapa kau memilih jurusan ini, kau asal dari mana ,mengapa di bali kau lanjutkan studymu dll) hal ini membuat kamipun semakin dekat dan sesekali aku membuat lelucon yang membuatnya tertawa dan pada saat ia tertawa itu barulah aku sadar dia adalah wanita yang selama ini aku idam-idamkan yang dikirim Tuhan untukku .. .. .. ..

 (yasudalah jangan terlalu lebay deh)

Setelah makan siang bersama aku mengantarnya pulang dan aku juga pulang ke tempat tinggalku. Sepanjang perjalanan pulangku seakan wajahnya selalu ada dalam ingatanku apalagi senyumnya yang manis membuat ku tertawa-tertawa sendiri diatas motor sampai tiba di rumah. Setibanya di rumah seharian aku terus mebayangkan dirinya sampai muncul ide untuk menyatakan perasaanku padanya, setelah di fikir-fikir akupun mulai menyiapkan rencana dan memutuskan untuk menyatakan perasaanku padanya esok hari bertepatan dengan  momen penyambutan tahun baru.
Tanpa tunggu lama akupun mulai mengambil handphone dan mengetik pesan yang berisikan ajakan merayakan momen tahun baru bersama kepanya, respon baik pun kudapat dari balasan pesan yang ia kirim kepadaku “ia aku mau dan besok kita akan merayakan tahun baru bersama jawabnya”. Yes yes yes sambil sedikit teriak dan meloncat, adalah ekspresi kebahagiaanku pada saat itu karena rencana awalku tuk mengajaknya telah berhasil.
Keesokan harinya atau (Hari-H) sejak pagi aku sudah mulai searching di internet “bagaimana caranya menyatakan perasaan ke wanita yang kita sukai” adalah satu dari beberapa judul yang ku cari di internet dan menurutku itu bukan hal yang aneh karena ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku. Tidak hanya mencari tetapi aku juga mepraktekkannya kepada pohon (seolah-olah pohon adalah si gadis tersebut) yang ada di samping kontrakan ku, dan banyak hal aneh lainnya yang kulakukan seharian itu yang adalah ekspresi dari pencampuran peasaan antara rasa takut,berani,gugup,percaya diri dll.
Jam 07-00 malam (Wita) aku mempersiapkan diriku mandi,berpakain dan membeli 2 buah petasan yang adalah bagian dari rencanaku. Setelah semua sudah siap jam 09-00 akupun bergerak ke tempat tinggalnya untuk menjemputnya setibanya di sana dia pun sudah siap dengan gayanya yang sederhana dan kamipun langsung bergegas menuju pantai kuta untuk menyaksikan pesta kembang api penyambutan tahun baru.
Setibanya di sana dan waktupun menunjukkan jam 12;30 beberapa menit lagi tahun baru, aku bersiap tuk menyatakan perasaanku ; namun sial, beberapa temanku yang juga berencana menyambut tahun baru di pantai kuta datang dengan gembiranya bertemu kami  “namun begini perasaanku waktu itu” (ada saja iblis yang mengganggu). Apaboleh buat merekapun bergabung bersama kami, dan 2 buah petasan yang aku bawa tadi ku keluarkan dan ku nyalakan Jam 12;00 petasan berbunyi meriah dan kami saling bersalaman dan ber maaf-maafan di situ.

Setelah selesai kami pun bergegas menuju parkiran untuk mengambil motor dan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, ada semacam beban di hati dan di fikiranku yang belum terselesaikan yaitu: rencanaku tuk menyatakan perasaanku kepadanya  belum selesai. Aku mulai memikirkan cara lain atau rencana B, setibanya di depan lorong masuk rumahnya aku berkata “ada baiknya kita mencari air karena aku haus” dan ia pun mengiyakannya. Kami berjalan keliling mecari toko untuk membeli air sampai tibalah kita di salah satu minimart di jalan hayan wuruk dekat dengan kampusku. Aku mengajaknya tuk duduk di kursi yang ada di sana setelah membeli air dan silverqueen (yang ku beli diam-diam) akupun duduk di sampingnya.
Tanpa tunggu lama akupun langsung merangkul tangannya dan menyatakan perasaanku walaupun sedikit gugup. “aku suka kamu dan aku mau kamu jadi kekasihku” ucapku padanya dengan penuh percaya diri dan sedikit nekat, dan iapun merangkul tanganku dan “berkata sebenarnya aku juga suka padamu dan aku mau menjadi kekasihmu”. Horee , horee, yess, yess, sambil loncat dan sedikit senyum manis. Aku sangat bahagia mendengar kau bersedia menjadi kekasihku dan ini adalah sejarah dalam hidupku karena ini adalah pertamakalinya aku meyatakan cintaku dan pertamakali juga aku resmi pacaran.

Demikianlah kisah di balik tanggal 31-desember-2016 sampai 1- januari-2017, bagiku yang akan masuk di dalam salah satu catatan sejarah hidupku .

Dari pantai kuta ke minimart ??? …


Oleh : Jasd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asal, Tokoh dan Peran Musik Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasal...